Jumat, 27 April 2012

Sumber Bacaan

http://www.scribd.com/doc/26297158/Dr-Abdul-Muis-Sp-S-Sumber-Bacaan

Sumber bacaan banyak sekali, dari buku teks sampai dengan surat kabar. Dalam penelitian ilmiah, selain dari buku referensi, digunakan juga sumber-sumber berikut:
a.       Buku teks (textbook);
       Buku teks adalah tulisan ilmiah yang dijilid rapi yang diterbitkan dengan interval yang tidak tentu. Buku teks berkenaan dengan suatu bidang ilmu yang isinya menyeluruh dan biasanya digunakan sebagai buku wajib dalam mata kuliah tertentu. Contoh dari buku teks adalah sebagai berikut :
1.      Pengantar Ekonomi Pertanian, karangan Mubyarto. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3S), Jakarta, tahun 1977.
2.      Experimental Design, Procedures for the Behavioral Sciences, karangan Robert R. Kirk, diterbitkan oleh Brooks/Cole Publishing Co, Belmont, California, tahun 1968
b.      Jurnal
       Jurnal ialah majalah ilmiah yang berisi tulisan ilmiah atau hasil-hasil seminar yang diterbitkan oleh Himpunan Profesi Ilmiah. Biasanya terbit sekali tiga bulan, atau sekitar 3-4 jilid setahun. Contoh:
1.      Journal of Economic Entomology, diterbitkan oleh Entomological Society of America.
2.      Journal of Animal Science, diterbitkan oleh American Society of Animal Science.
3.      The Economic Record, diterbitkan 4 kali setahun oleh Economic Society of Australia and New Zealand.
c.       Periodical
       Periodical adalah majalah ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh lembaga-lembaga baik pemerintah atau swasta yang berisi hasil penelitian yang dikerjakan. Banyak periodical diterbitkan oleh Perguruan Tinggi. Contoh:
1.      Ekonomi dan Keuangan Indonesia, diterbitkan triwulanan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
2.      Bulletin of Indonesian Economic Studies, diterbitkan oleh Institute of Pacific Studies, Australian National University, Canberra, Australia.
d.      Yearbook
       Yearbook adalah buku mengenai fakta-fakta dan statistik setahun yang diterbitkan tiap tahun oleh lembaga pemerintah atau swasta, yang diterbitkan tiap tahun. Ada kalanya tiap tahun yearbook yang dikeluarkan membahas suatu masalah bidang ilmu. Contoh:
1.      U.N. Statistical yearbook for Asia and the Far East.
2.      F.A.O. Production Yearbook.
e.       Buletin
       Buletin ialah tulisan ilmiah pendek yang terbit secara berkala yang berisi catatam-catatan ilmiah ataupun petunjuk-petunjuk ilmiah tentang satu kegiatan operasional. Biasanya dikeluarkan oleh Lembaga Negara ataupun oleh Himpunan Profesi Ilmiah. Tiap buletin biasanya berisi satu artikel saja. Jika buletin berisi satu artikel mengenai hasil penelitian, sering disebut contributions. Contoh:
1.      Technical Bulletin No. 526 dari University of Florida, Gainville, Florida, berisi artikel: Soil Moisture Relations in the Costal Citrus Area of Florida.
2.      Contributions of Central Research Institute For Agriculture, Bogor, Indonesia No. 60 tahun 1980, berisi artikel The Agroclimatic Maps of Kalimantan, Maluku, Irian Jaya and Bali, West and East Nusatenggara, karangan L.R. Oldeman, Irsal Las and Mulyadi, diterbitkan oleh Central Research Institute for Agriculture, Bogor, Indonesia.
f.       Annual review
       Annual review berisi tentang ulasan-ulasan tentang literature yang telah diterbitkan selama masa setahun atau beberapa tahun yang lampau. Dalam menggunakan Annual review ini, maka carilah Annual review yang terbaru, kemudian baru mundur ke jilid-jilid sebelumnya. Contoh:
1.      Annual Review of Microbiology (sejak 1947)
2.      Annual Review of Biochemistry (sejak 1932)
3.      Annual Review of Plant Physiology (sejak 1950)
g.      Recent advances
       Recent advances adalah sejenis majalah ilmiah yang berisi artikel-artikel yang tidak diperoleh dalam review journals. Beberapa recent advance adalah sebagai berikut :
1.      Advances in Food Research (terbit sejak 1948)
2.      Advances in Genetics (terbit sejak 1947)
3.      Advances in Agronomy (terbit sejak 1949)
4.      Survey of Biological Progress (terbit sejak 1949)
5.      Fortechritte der Botanik (terbit sejak 1931)

Deskripsi Penelitian Sebelumnya


       Survei terhadap data yang telah tersedia dapat dikerjakan setelah masalah penelitian dipilih atau dilakukan sebelum masalah dipilih. Jika studi kepustakaan dilakukan sebelum permasalahan masalah, penelaah kepustakaan termasuk memperoleh ide tentang masalah apa yang paling up to date untuk dirumuskan dalam penelitian.
       Dengan mengadakan survei terhadap data yang telah ada, si peneliti bertugas menggali teori-teori yang telah berkembang dalam bidang ilmu yang berkepentingan, mencari metode-metode serta teknik penelitian, baik dalam mengumpulkan data atau dalam menganalisis data, yang telah pernah digunakan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, memperoleh orientasi yang lebih luas dalam permasalahan yang dipilih, serta menghindarkan terjadinya duplikasi-duplikasi yang tidak diinginkan. Studi literatur, selain dari mencari sumber data sekunder yang akan mendukung penelitian, juga diperlukan untuk mengetahui sampai kemana ilmu yang berhubungan dengan penelitian telah berkembang, sampai kemana terdapat kesimpulan dan degeneralisasi yang telah pernah dibuat, sehingga situasi yang diperlukan dapat diperoleh. Dengan mengadakan studi terhadap literatur yang telah ada, si peneliti juga dapat belajar secara lebih sistematis tentang cara-cara menulis karya ilmiah, cara mengungkapkan buah pikiran yang akan membuat si peneliti lebih kritis dan analitis dalam mengerjakan penelitiaannya sendiri.

Deskripsi Teori


Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut :
a.       Tetapkan nama variabel yang diteliti, dan jumlah variabelnya.
b.      Cari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedia, journal ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi) yang sebanyak-banyaknya dan yang relevan dengan setiap variabel yang diteliti.
c.       Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel yang akan diteliti. (untuk referensi yang berbentuk laporan penelitian, lihat judul penelitian, permasalahan, teori yang digunakan, tempat penelitian, sampel sumber data, teknik pengumpulan data, analisis, kesimpulan dan saran yang diberikan).
d.      Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber ang lain, dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.
e.       Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkan, dan buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca.
         Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber ke dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-sumber bacaan yang dikutip atau yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori harus dicantumkan.

Masalah Penelitian


Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan dan dapat diselesaikan. Masalah timbul karena adanya tantangan, kesangsian atau kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena. Adanya ambiguity, adanya halangan atau rintangan, adanya celah, (gap) baik antar kegiatan atau antar fenomena, baik yg telah ada ataupun yang akan ada.
       Masalah penelitian bisa didefinisikan sebagai pernyataan yang mempermasalahkan suatu variabel atau hubungan antara variabel pada suatu fenomena. Sedangkan variabel itu sendiri dapat didefinisikan sebagai pembeda antara sesuatu dengan yang lain. Masalah penelitian bisa juga didefinisikan sebagai objek dalam penelitian. Masalah penelitian adalah masalah yang akan menjadi obyek penelitian, dimana dalam penelitian masalah akan dikaji, dipecahkan atau diselesaikan, lalu dibuat kesimpulannya sesuai dengan konteks permasalahan oleh peneliti dalam penelitian.
  •       Ciri-ciri Masalah Penelitian
       Pemilihan masalah ini merupakan tahap awal dari sebuah penelitian, dalam memilih masalah penelitian, beberapa hal yang yang harus diperhatikan, adalah sebagai beirkut :
a.       Sesuai dengan minat dari peneliti
b.      Dapat diteliti dan dapat dilaksanakan
c.       Tersedia faktor pendukung dari masalah yang diteliti
d.      Harus memberikan atau mempunyai manfaat
  • Jenis permasalahan yang dapat diteliti adalah sebagai berikut :
1.      Permasalah status dan deskripsi fenomena social
       Suatu permasalahan yang berkenaan dengan pernyataan terhadap keberadaan variabel mandiri baik hanya pada satu variabel atau lebih. Sehubungan dengan jenis permasalahan ini, terjadilah penelitian deskriptif dan penelitian historis.
2.      Permasalahan komparasi
       Merupakan permasalahan yang digunakan untuk membandingkan dua fenomena atau lebih. Peneliti melakukan komparasi terhadap masalah yang diteliti dimana mereka mencari kesamaan atau perbedaan yang terdapat dalam obyek penelitiannya.
3.      Permasalahan korelasi
       Merupakan permasalahan untuk mencari hubungan antar dua atau lebih fenomena.
Terdapat dua macam jenis permasalahan korelasi yaitu :
a)      Korelasi Seajajar
       Mencari permasalahan yang hubungannya setingkat, misalnya korelasi antara kemampuan belajar dengan daya ingat.
b)      Korelasi Sebab Akibat
       Misalnya korelasi antara kemampuan membaca berita dengan penelitian. Sehubungan dengan jenis permasalahan ini, terjadilah penelitian korelasional.
  • Sumber Penemuan Masalah Penelitian
       Sumber masalah penelitian dapat muncul dari : kehidupan sehari-hari, majalah, buku, hasil dari rang lain, diri sendiri yang didrng untuk memperoleh jawaban.
       Sumber-sumber dimana masalah dapat diperleh menurut Nazir (1983 : 140) adalah sebagai berikut :
a.       Pengamatan terhadap kegiatan manusia
       Pengamatan sepintas terhadap kegiatan-kegiatan manusia dapat merupakan sumber dari masalah yang akan diteliti.  Seorang ahli ekonomi pertanian dapat menemukan masalah ketika ia melihat cara petani bersahaja mengerjakan serta menyimpan hasil usaha pertaniannya, dan lain-lain.
b.      Pengamatan terhadap alam semesta
       Peneliti-peneliti ilmu natura seringkali memperoleh masalah dariu alam sekelilingnya.  Seorang ahli ilmu bintang banyak memperoleh masalah ketika ia mengamati cakrawala.  Seorang ahli penyakit tanaman ataupun ahli hama banyak menemukan masalah ketika mereka mengamati tanaman.  Seorang peneliti yang bangun pagi untuk melakukan olahraga aerobik, tersandung kakinya dengan sebuah batu dan batu tersebut menyentuh keingintahuannya, maka peneliti ahli batu-batuan tersebut telah menemukan masalah yang ingin diteliti.
c.       Bacaan
       Bacaan yang berasal dari jurnal-jurnal penelitian yang berasal dari laporan hasil-hasil penelitian yang dapat dijadikan sumber masalah, karena laporan penelitian yang baik tentunya mencantumkan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut, yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Suatu penelitian sering tidak mampu memecahkan semua masalah yang ada, karena keterbatasan penelitian. Hal ini menuntut adanya penelitian lebih lanjut dengan mengangkat masalah-masalah yang belum terjawab, Selain jurnal penelitian, bacaan lain yang bersifat umum juga dapat dijadikan sumber masalah misalnya buku-buku bacaan terutama buku bacaan yang mendeskripsikan gejala-gejala dalam suatu kehidupan yang menyangkut dimensi sains dan teknologi atau bacaan yang berupa tulisan yang dimuat dimedia cetak.
d.      Ulangan serta perluasan penelitian
       Masalah juga diperoleh dengan mengulang percobaan-percobaan yang pernah dilakukan, dimana percobaan yang telah dikerjakan tersebut belum memuaskan.  Perluasan analisis maupun metode dan teknik dengan equipment yang lebih modern akan membuat masalah dapat dipecahkan secara lebih memuaskan.
e.       Cabang studi yang sedang dikembangkan
f.       Pengalaman dan catatan pribadi
       Pengalaman pribadi seseorang dapat pula menjadi sumber masalah baik yang berhubungan dengan kehidupan pribadinya maupun yang berkaitan dengan kehidupan profesinya.
  • Identifikasi dan Merumuskan Masalah Penelitian
       Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut yaitu Fungsi pertama adalah sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan. Fungsi kedua, adalah sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. Fungsi ketiga dari perumusan masalah, adalah sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti, serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti, karena melalui perumusan masalah peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya. Sedangkan fungsi keempat dari suatu perumusan masalah adalah dengan adanya perumusan masalah penelitian, maka para peneliti menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian.
  • Perumusan masalah dinyatakan :
a.       Dalam bentuk kalimat Tanya
b.      Secara padat dan jelas
c.       Memungkinkan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan yang terkandung dalam perumusan masalah.
  • Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum merumuskan masalah:
a.       Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.
b.      Rumusan masalah hendaknya dapat mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih.
c.       Rumusan masalah hendaknya dinyatakan dalam kalimat tanya.
d.      Rumusan masalah dasar dalam membuat hipotesa
  • Tujuan dari pemilihan serta perumusan masalah adalah untuk :
a.       Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang
b.      Memuaskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal yang baru
c.       Memenuhi keinginan social
d.      Menyediakan sesuatu yang bermanfaat
e.       Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya
  • Kriteria Masalah
       Kriteria masalah yang baik adalah :
a.       Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian
       Masalah untuk suatu penelitian tidaklah dipilih seadanya saja.  Masalah harus mempunyai isi yang mempunyai nilai penelitian, yaitu mempunyai kegunaan tertentu serta dapat digunakan untuk suatu keperluan.  Dalam memilih masalah, maka masalah akan mempunyai nilai penelitian jika hal-hal berikut diperhatikan :
1.      Masalah haruslah mempunyai keaslian
2.      Masalah harus menyatakan suatu hubungan
3.      Masalah harus merupakan hal yang penting
4.      Masalah harus dapat diuji
5.      Masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
b.      Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas
       Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas, yaitu masalah tersebut dapat dipecahkan.  Ini berarti :
1.      Data serta metode untuk memecahkan masalah harus tersedia
2.      Equipment dan kondisi harus mengizinkan
3.      Biaya untuk memecahkan masalah harus seimbang (sesuai kemampuan)
4.      Waktu untuk menyelesaikan masalah harus wajar
5.      Biaya dan hasil harus seimbang
6.      Administrasi dan sponsor harus kuat
7.      Tidak bertentangan dengan hukum dan ada
c.       Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti
       Masalah yang dipilih, selain mempunyai nilai ilmiah serta fisibel, juga harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti itu sendiri.  Dalam hal ini, masalah yang dipilih sekurang-kurangnya :
1.      Menarik bagi si peneliti
2.      Cocok dengan kualifikasi ilmiah si peneliti

LINGKUP DAN KLASIFIKASI PENELITIAN BISNIS


Penelitian adalah terjemahan  dari kata inggris  research. Dari itu, ada juga ahli yang menerjemahkan sebagai riset. Research itu sendiri berasal dari kata re’ yang berarti “ kembali “ dan to search yang berarti mencari. Dengan demikian, arti sebenarnya dari research atau riset adalah“ mencari kembali”.
       Penelitian  Bisnis  adalah  proses, sedangkan   ilmu   pengetahuan   adalah   hasil  dari  Penelitian (Nazir,1988:13-17).
       Penelitian Bisnis  adalah penelitian yang umumnya dilakukan oleh akademisi yang mengkaji keilmuan Bisnis seperti bisnis umum,  manajemen Bisnis, perilaku organisasi, sistem informasi manajemen, dan manajemen operasional. Penelitian Bisnis  tergolong kepada penelitian bisnis.
   a.   Tujuan Penelitian Bisnis
a.       Untuk menyelidiki suatu masalah yang muncul dalam dunia kerja yang memerlukan solusi.
b.      Untuk investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis mengenai suatu fenomena yang menjadi perhatian pengambil keputusan manajerial (Davis & Cosensa, 1993:9).
c.       Untuk membuat penjelasan, menyusun prediksi, serta mengendalikan fenomena yang terjadi di dalam suatu batasan yang ditentukan di sebuah bisnis.
    Metode Penelitian
       Karaketeristik metode ilmiah adalah kritis, dan analitis, logis, objektif, konseptual dan teoritis, empiris dan sistematis.
a.       Bersifat kritis dan analitis,  mendorong suatu kepastian dan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi masalah dan metode untuk mendapatkan soulusinya.
b.      Logis, merujuk pada metode dari argumentasi ilmiah. Kesimpulan secara rasional diturunkan dari bukti-bukti yang ada.
c.       Objektif, mengandung makna bahwa hasil yang diperoleh ilmuwan yang lain akan sama apabila studi yang dilakukan pada kondisi yang sama. Hasil penelitian dikatakan ilmiah apabila dapat dibuktikan kebenarannya.
d.      Konseptual & Teoritis, ilmu pengetahuan mengandung arti pengembangan struktur konsep dan teoritis untuk menuntun dan mengarahkan upaya penelitian.
e.       Empiris, prinsipnya bersandar pada realitas.
f.       Sistematis, suatu prosedur yang cermat dan mengikuti aturan tertentu yang baku.
Macam-macam Penelitian
a.       Penelitian terapan (applied research), merupakan penelitian yang menyangkut  aplikasi  teori   untuk   memecahkan   permasalahan  tertentu.
b.      Penelitian Evaluasi (evaluation research) adalah Penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih alternatif tindakan.
c.       Penelitian dan Pengembangan (research & development) adalah Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk seingga produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih tinggi.
d.      Penelitian tindakan bertujuan untuk memecahkan persoalan bisnis dan ekonomi melalui aplikasi metode ilmiah. Pemecahan masalah akan memberatkan kepada masalah lokal yang sedang dihadapi. Tujuan utama dari penelitian  tindakan ini adalah memecahkan masalah, bukan membuat kontribusi kepada ilmu pengetahuan.
Lingkup Penelitian Bisnis
       Ada dua lingkup penelitian bisnis, yaitu lingkup penelitian manajemen dan lingkup penelitian akuntansi. Lingkup penelitian manajemen meliputi bisnis umum, pemasaran, keuangan, manajemen dan perilaku organisasional, sistem informasi manajemen, manajemen operasi, dan manajemen sumber daya manusia. Lingkup penelitian akuntansi meliputi akuntansi keuangan, pasar modal, akuntansi manajemen, auditing, sistem informasi akuntansi, dan perpajakan.
Klasifikasi Penelitian Bisnis
a.       Berdasarkan Tujuan Penelitian
1.      Penelitian Dasar, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan teori.
2.      Penelitian Terapan, yaitu penelitian yang menekankan pada pemecahan masalah.
b.      Berdasarkan Karakteristik Masalah
1.      Penelitian Historis, merupakan penelitian terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena masa lalu.
2.      Penelitian Deskriptif, merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi.
3.      Studi Kasus dan Lapangan, merupakan penelitian dengan karakteristik masalah yang berkaitan dengan latar belakang dan kondisi saat ini dari subyek yang diteliti, serta interaksinya dengan lingkungan.
4.      Penelitian Korelasional, merupakan penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan korelasional antara dua variabel atau lebih.
5.      Penelitian Kausal Komparatif, merupakan penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan sebab-akibat antara dua variabel atau lebih.
6.      Penelitian Eksperimen, merupakan penelitian yang serupa dengan penelitian kausal komparatif, tetapi ada perlakuan terhadap variabel independen.
c.       Berdasarkan Jenis Data
1.      Penelitian Opini, merupakan penelitian terhadap fakta berupa opini atau pendapat orang/responden.
2.      Penelitian Empiris, merupakan penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi atau pengalaman.
3.      Tipe-tipe Penelitian Kualitatif
a)      Berdasarkan metode pengumpulan dan analisis data, teknik penulisan laporan, atau berdasarkan desain penelitian: human ethology, ecological psychology, holistic etnography, cognitive antropology, etnography of communication, dan symbolic interactionism.
b)      Berdasarkan pendekatan dan perspektif: pendekatan interpretif, pendekatan artistik, pendekatan sistematis, perspektif antropologis, perspektif sosiologis, perspekktif biologis, studi kasus, studi kognitif, dan penelitian historis.


Kriteria Penelitian Ilmiah


   Sifat atau ciri dari penelitian:
a.       pasif, hanya ingin memperoleh gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan.
b.      aktif, ingin memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesa.
Posisi penelitian sendiri pada umumnya adalah menghubungkan:
1.      Keinginan manusia
2.      permasalahan yang timbul
3.      ilmu pengetahuan
4.      metode ilmiah.
Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:
a.       Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;
b.      Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
c.       Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
d.      Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;
e.       Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;
f.       Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;
g.      Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;
h.      Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.
       Penelitian yang dilakukan dengan metode ilmiah disebut penelitian ilmiah. Suatu penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada lima karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
a.       Sistematik
       Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
b.      Logis
       Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
c.       Empirik
       artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.
Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :
1.      Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain)
2.      Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu
3.      Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat).
d.      Obyektif
       artinya suatu penelitian menjahui aspek-aspek subyektif yaitu tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis.
e.       Replikatif,
       artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.